173

Rapat Rutin Mingguan Program Studi Teknologi Informasi ITTS Perkuat Komitmen Akademik dan Administratif

Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) melalui Program Studi Teknologi Informasi (TI) di bawah Fakultas Ilmu Komputer secara rutin menggelar pertemuan…
Program Studi TI

Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) melalui Program Studi Teknologi Informasi (TI) di bawah Fakultas Ilmu Komputer secara rutin menggelar pertemuan mingguan untuk mengkoordinasikan berbagai aspek penting demi kemajuan program studi. Rapat rutin yang dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026, di Ruang Rapat 1 ini dipimpin langsung oleh Kepala Program Studi Teknologi Informasi, Bapak Muhamad Yusuf, M.Kom., dan dihadiri oleh jajaran dosen serta staf prodi. Pertemuan ini membahas sejumlah agenda strategis terkait operasional, akademik, dan kemahasiswaan untuk mendukung visi prodi menjadi berdaya saing global pada tahun 2035.

Penyelesaian Administrasi Mahasiswa

Agenda pertama menyoroti pentingnya penyelesaian administrasi pasca-kelulusan mahasiswa. Terdapat 36 mahasiswa yang belum mengambil ijazah, dan bagi mereka yang sudah melunasi pembayaran diimbau untuk segera melakukan pengambilan. Selain itu, dilaporkan pula bahwa 6 mahasiswa belum tercatat di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) karena data nama ibu kandung yang belum lengkap. Program studi berkomitmen untuk memastikan setiap lulusan mendapatkan hak-hak administratifnya, mempersiapkan mereka untuk berkarir di berbagai pilar keahlian seperti Cyber Security and Forensics atau Network Administration.

Pembahasan selanjutnya mencakup penyesuaian data buku tahunan, di mana 49 mahasiswa sudah melakukan konfirmasi dan datanya telah sesuai, sementara 15 mahasiswa lainnya belum memberikan respons. Batas waktu konfirmasi ditetapkan hingga 15 Januari, setelah itu data akan disesuaikan dengan informasi yang tersedia. Aspek ini penting untuk dokumentasi alumni yang akurat dan kredibel.

Prodi TI juga fokus pada penyelesaian tunggakan mahasiswa lama. Sebanyak 42 mahasiswa dari angkatan 2020 dan 2021 masih memiliki tunggakan, dengan rincian 11 mahasiswa sudah wisuda namun belum menyelesaikan kewajiban finansial, dan 31 mahasiswa belum sidang. Data nama, NIM, dan angkatan mahasiswa yang belum lulus sedang disiapkan untuk ditindaklanjuti. Hal ini menunjukkan komitmen prodi untuk mendukung mahasiswa agar dapat menyelesaikan studinya dengan lancar.

Inovasi dan Pengembangan Sistem Informasi

Dalam rangka peningkatan kualitas layanan dan efisiensi operasional, rapat ini juga membahas persiapan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik mendatang. Surat Keputusan (SK) biaya PMB telah dibuat, dan rapat koordinasi PMB selanjutnya akan hanya mengundang pihak-pihak yang relevan untuk memastikan efektivitas.

Salah satu poin krusial adalah serah terima aplikasi sistem informasi yang akan mendukung operasional ITTS. Untuk tahap awal, sistem yang akan digunakan meliputi PMB, kepegawaian, dan keuangan. Modul sistem akademik akan menyusul pada bulan berikutnya. Bagian Keuangan akan membuat surat serah terima aplikasi dari Bapak Aulia kepada Bapak Chendri, dengan penekanan bahwa sistem harus dipelajari secara menyeluruh sebelum proses migrasi data dilakukan. Ini menunjukkan fokus ITTS pada penerapan teknologi yang terintegrasi, sejalan dengan pilar keahlian seperti Cloud Computing Services dan DevOps Engineering yang diajarkan dalam prodi.

Bapak Muhamad Yusuf, M.Kom., Kepala Program Studi Teknologi Informasi, menyampaikan, “Pemanfaatan teknologi terkini dalam manajemen institusi merupakan cerminan dari komitmen kami untuk menghadirkan lingkungan belajar yang adaptif dan efisien. Integrasi sistem ini akan memperkuat infrastruktur digital kita, sejalan dengan fokus prodi pada pilar seperti Cloud Computing Services dan DevOps Engineering, yang sangat relevan untuk pengembangan sistem semacam ini. Ini juga menjadi pembelajaran langsung bagi mahasiswa kami mengenai implementasi sistem IT di dunia nyata.”

Peningkatan Kualitas Akademik dan Akreditasi

Aspek penting lainnya yang dibahas adalah persiapan akreditasi dan pemenuhan klaster. Untuk mencapai klaster hijau, diperlukan pemenuhan 100% dari standar yang ditetapkan. Diskusi juga menyentuh perbedaan antara akreditasi unggul yang memerlukan biaya, dengan reakreditasi yang masih dibiayai oleh pemerintah. Upaya ini merupakan bagian tak terpisahkan dari visi prodi untuk mencapai daya saing global.

Komitmen terhadap kualitas pembelajaran juga diwujudkan melalui standarisasi template soal Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) untuk semua program studi, termasuk Teknologi Informasi. Template soal wajib memuat Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Sub-CPMK, pemetaan soal, bobot nilai, dan acuan pertemuan. Untuk soal berbentuk proyek, akan digunakan rubrik khusus, dan setiap mata kuliah praktikum wajib memiliki modul yang mengacu pada pedoman kurikulum Outcome Based Education (OBE) tiap prodi. Standarisasi ini akan memastikan bahwa penilaian mahasiswa selaras dengan pilar keahlian utama prodi seperti Big Data Analytics, IT Support, atau Cyber Security, dan juga memaksimalkan penggunaan fasilitas laboratorium (Pemrograman, Arsitektur & Jaringan Komputer, Multimedia).

Sebagai tindak lanjut dari standarisasi ini, akan dibuat surat tugas bagi dosen tetap untuk mengikuti template soal yang baru. Dosen diwajibkan mengumpulkan dua versi soal: tanpa jawaban dan dengan jawaban, sebagai arsip Kepala Program Studi untuk transparansi dan acuan jika terjadi komplain nilai.

Penutup

Rapat rutin mingguan ini merefleksikan dinamika dan komitmen Program Studi Teknologi Informasi ITTS dalam mengelola setiap aspek untuk mencapai visi menjadi prodi berdaya saing global pada tahun 2035. Dengan berbagai upaya perbaikan administratif, inovasi sistem, dan peningkatan kualitas akademik ini, diharapkan seluruh sivitas akademika dapat terus berkolaborasi demi menciptakan lingkungan pendidikan yang unggul dan menghasilkan lulusan TI yang profesional, kompeten, dan siap bersaing di pasar global.

it